WASIATKU
Berduka pilu bukan berarti futur
Rasa di dada menanti ketibaan
Bertarung antara sesat dan kebenaran
Menginginkan hidup bercahaya
Menenggak air jernih dari surga
Berpikir tentang hari esok yang tiada terbilang
Membagi waktu yang tinggal detik, jam, dan hari
Menangis di kala kesempatan tiada
Sehari cukupkah?
Kan kuucapkan tahlil sepuluh ribu kali
istighfar sepuluh ribu kali
Cukupkah?
Wasiat Seorang Hamba
Wahai yang akan aku tinggalkan
Setiap makhluk pasti mengalami ketibaan
Oleh karena itu, jangan ingkari kehendak Tuhan
Sebab Tuhan tiada pilih kasih
Mati tua ataupun muda
Bayi ataupun kakek-kakek
Ketika wafatnya engkau dalam cinta
Selamat!
Engkau akan terima janji Tuhan, surga
Tapi sedihnya...
Wafatnya engkau menjadi bangkai
Hina diseluruh makhluk dan dihadapan Tuhan
Alangkah sedihnya... (menangis)
Alangkah sedihnya... (menangis)
Lailahailallah Muhammadur Rasulullah (ketibaan)
Innalillahi wainna ilaihi rojiuun
Mulutnya terkatup dan matanya tertutup
Wajahnya nan bersih dan bersinar
"Wahai hamba yang telah akhiri hidup dengan sebaik-baik kalimat dan sebaik-baik sikap kembalilah dengan tenang"
Sahabat,
Sahabat,
Engkau mestinya banyak-banyak bersyukur
Engkau mestinya banyak-banyak bertafakur
Engkau mestinya banyak-banyak menyungkur
Engkau mestinya banyak-banyak berzikir
Engkau mestinya banyak-banyak bertakbir
Engkau mestinya banyak-banyak berpikir
Bukankah.
Jika kelaparan engkau masih bisa berpuasa seharian
Bukankah
Jika kehujanan engkau masih bisa menginap di rumah teman
Bukankah
Jika kegelapan engkau masih bisa menyalakan lilin di meja makan
Bukankah
Jika kedinginan engkau masih bisa mengambil selimut di tumpukan pakaian
Bukankah
Jika kepanasan engkau masih bisa nyalakan kipas angin tangan seharian
Bukankah
Jika ketakutan engkau masih bisa meminta adik jadikan teman
Bukankah
Jika kebingungan engkau masih bisa meminta kakak berikan pemecahan
Bukankah
Jika kekurangan engkau masih bisa bersabar sampai keinginan kaudapatkan
Bukankah
Jika tak kunjung dapatkan kerjaan engkau masih bisa jualan semangka di Kebayoran
Bukankah
Jika tak kunjung dapatkan pasangan engkau masih bisa tegakkan salat malam
Bukankah
Jika tak kunjung dapatkan rumah idaman engkau masih bisa menginap di rumah
milik Abang
Bukankah
Jika tak kunjung dapatkan mobil sedan engkau masih bisa naik mikrolet yang
menderu setiap petang
Bukankah
Jika kena musibah engkau masih bisa meminta Bunda berikan petuah
Bukankah
Jika kena sakit engkau masih bisa temui dokter ke apotik atau rumah sakit
Bukankah
Jika rindu engkau masih punya boneka tempat kamu mengadu
Bukankah
Jika cinta engkau masih miliki kasih sayang Bunda
Bukankah
Jika gundah engkau masih bisa mengambil wudu dan menggelar sajadah
Bukankah
Jika resah engkau masih bisa mendatangi taklim-taklim dengan sejuta tausiah
Bukankah
Jika sendiri engkau masih bisa minta teman untuk menemani
Sahabat,
Bukankah Allah telah kasih semuanya
Bukankah Allah telah berikan segalanya
Bukankah Allah telah sediakan semua yang tiada kamu pinta
Bukankah Allah telah merelakan semua milik-Nya
Bukankah Allah telah rida mewakafkan semua nikmat-Nya
Bukankah Allah begitu mengasihimu lebih dari segalanya
Tapi,
Sahabat,
Kenapa engkau terburu-buru meminta surga
Kenapa engkau terburu-buru meminta balasan-Nya
Sahabat
Apa yang kurang
Apa yang tak kunjung datang
Apa yang tak kunjung dikasihkan
Sahabat
Sepertinya
Dunia ini lebih baik bagimu
Dunia ini lebih baik untukmu
Dan surga,
Lupakan saja kawan
Karena ia hanya untuk para syalah syahada
Yang ikhlas berikan nyawa
Dan tak menuntut banyak akan kemurahan-Nya
Karena mereka begitu paham
Bahwa umur mereka di dunia
Dihitung oleh seberapa lama mereka ada di tanah syuhada
Mulai Kashmir hingga Palestina
Demi tegaknya risalah dunia
Dan kamu
Cukuplah bagimu
Tetaplah menjadi batu
Yang datang dan sirna oleh waktu
Tiada pantas engkau menyebut nama-Ku
Apalagi meminta indahnya jannah-Ku
Astagfirullah,
Waghfirlana fa innaka khairul ghafirin
"Bersyukur"
Tiada kata yang paling indah kecuali Do'a,itulah semestinya yang kamipanjatkan Alhamdulillah pada saat ini kami telah menerima banyak sekali ilmu yang Kau berikan, Ya Allah engkau telah memberikanya pada kami, semoga kami termasuk hambamu yang bersyukur ya Allah amiin ya Raobal 'Alamin.
By : Gunawan
Bissmillahirrahmaanirrahiim
Assalamu'alaikum wr wb
Persembahan web-blog ini, hanya sekedar sarana untuk bersilaturahmi semoga ada guna dan manfaatnya, sebagai amal shaleh di dunia tuk bekal di Akhirat nanti, Mudah-mudahan Insya Allah, amiin.
Tak lupa kami mengajak ihkwan dan akhwat sekalian untuk berpartisipasi dalam membangun nilai-nilai silaturahmi lewat blog ini dengan memberikan saran dan kritiknya yang konstruktif demi kebaikan kita semua.
Sekali lagi pada akhirnya, kami hanya berharap kepada-Nya semoga Ridho dan rahmat-Nya senantiasa tercurahkan pada kita semua, amiin ya rabbal'alamin.
Jazakumullah khairan katsira.
Wassalamu'alaikum wr wb