Kaligrafi Nama Allah SWT

Pichie
Tuesday, July 15, 2003
  WASIATKU


Berduka pilu bukan berarti futur

Rasa di dada menanti ketibaan

Bertarung antara sesat dan kebenaran

Menginginkan hidup bercahaya

Menenggak air jernih dari surga

Berpikir tentang hari esok yang tiada terbilang

Membagi waktu yang tinggal detik, jam, dan hari

Menangis di kala kesempatan tiada

Sehari cukupkah?

Kan kuucapkan tahlil sepuluh ribu kali

istighfar sepuluh ribu kali

Cukupkah?

Wasiat Seorang Hamba

Wahai yang akan aku tinggalkan

Setiap makhluk pasti mengalami ketibaan

Oleh karena itu, jangan ingkari kehendak Tuhan

Sebab Tuhan tiada pilih kasih

Mati tua ataupun muda

Bayi ataupun kakek-kakek

Ketika wafatnya engkau dalam cinta

Selamat!

Engkau akan terima janji Tuhan, surga

Tapi sedihnya...

Wafatnya engkau menjadi bangkai

Hina diseluruh makhluk dan dihadapan Tuhan

Alangkah sedihnya... (menangis)

Alangkah sedihnya... (menangis)

Lailahailallah Muhammadur Rasulullah (ketibaan)

Innalillahi wainna ilaihi rojiuun

Mulutnya terkatup dan matanya tertutup

Wajahnya nan bersih dan bersinar

"Wahai hamba yang telah akhiri hidup dengan sebaik-baik kalimat dan sebaik-baik sikap kembalilah dengan tenang"
 
  Sahabat,

Sahabat,
Engkau mestinya banyak-banyak bersyukur
Engkau mestinya banyak-banyak bertafakur
Engkau mestinya banyak-banyak menyungkur
Engkau mestinya banyak-banyak berzikir
Engkau mestinya banyak-banyak bertakbir
Engkau mestinya banyak-banyak berpikir

Bukankah.
Jika kelaparan engkau masih bisa berpuasa seharian

Bukankah
Jika kehujanan engkau masih bisa menginap di rumah teman

Bukankah
Jika kegelapan engkau masih bisa menyalakan lilin di meja makan

Bukankah
Jika kedinginan engkau masih bisa mengambil selimut di tumpukan pakaian

Bukankah
Jika kepanasan engkau masih bisa nyalakan kipas angin tangan seharian

Bukankah
Jika ketakutan engkau masih bisa meminta adik jadikan teman

Bukankah
Jika kebingungan engkau masih bisa meminta kakak berikan pemecahan

Bukankah
Jika kekurangan engkau masih bisa bersabar sampai keinginan kaudapatkan

Bukankah
Jika tak kunjung dapatkan kerjaan engkau masih bisa jualan semangka di Kebayoran

Bukankah
Jika tak kunjung dapatkan pasangan engkau masih bisa tegakkan salat malam

Bukankah
Jika tak kunjung dapatkan rumah idaman engkau masih bisa menginap di rumah
milik Abang

Bukankah
Jika tak kunjung dapatkan mobil sedan engkau masih bisa naik mikrolet yang
menderu setiap petang

Bukankah
Jika kena musibah engkau masih bisa meminta Bunda berikan petuah

Bukankah
Jika kena sakit engkau masih bisa temui dokter ke apotik atau rumah sakit

Bukankah
Jika rindu engkau masih punya boneka tempat kamu mengadu

Bukankah
Jika cinta engkau masih miliki kasih sayang Bunda

Bukankah
Jika gundah engkau masih bisa mengambil wudu dan menggelar sajadah

Bukankah
Jika resah engkau masih bisa mendatangi taklim-taklim dengan sejuta tausiah

Bukankah
Jika sendiri engkau masih bisa minta teman untuk menemani


Sahabat,
Bukankah Allah telah kasih semuanya
Bukankah Allah telah berikan segalanya
Bukankah Allah telah sediakan semua yang tiada kamu pinta
Bukankah Allah telah merelakan semua milik-Nya
Bukankah Allah telah rida mewakafkan semua nikmat-Nya
Bukankah Allah begitu mengasihimu lebih dari segalanya


Tapi,
Sahabat,
Kenapa engkau terburu-buru meminta surga
Kenapa engkau terburu-buru meminta balasan-Nya

Sahabat
Apa yang kurang
Apa yang tak kunjung datang
Apa yang tak kunjung dikasihkan

Sahabat
Sepertinya
Dunia ini lebih baik bagimu
Dunia ini lebih baik untukmu

Dan surga,
Lupakan saja kawan
Karena ia hanya untuk para syalah syahada
Yang ikhlas berikan nyawa
Dan tak menuntut banyak akan kemurahan-Nya

Karena mereka begitu paham
Bahwa umur mereka di dunia
Dihitung oleh seberapa lama mereka ada di tanah syuhada
Mulai Kashmir hingga Palestina
Demi tegaknya risalah dunia

Dan kamu
Cukuplah bagimu
Tetaplah menjadi batu
Yang datang dan sirna oleh waktu
Tiada pantas engkau menyebut nama-Ku
Apalagi meminta indahnya jannah-Ku

Astagfirullah,
Waghfirlana fa innaka khairul ghafirin

 
Monday, July 14, 2003
  height="150" "Bersyukur"

Tiada kata yang paling indah kecuali Do'a,itulah semestinya yang kamipanjatkan Alhamdulillah pada saat ini kami telah menerima banyak sekali ilmu yang Kau berikan, Ya Allah engkau telah memberikanya pada kami, semoga kami termasuk hambamu yang bersyukur ya Allah amiin ya Raobal 'Alamin.

By : Gunawan 
Tuesday, July 01, 2003
  Bissmillahirrahmaanirrahiim
Assalamu'alaikum wr wb

Persembahan web-blog ini, hanya sekedar sarana untuk bersilaturahmi semoga ada guna dan manfaatnya, sebagai amal shaleh di dunia tuk bekal di Akhirat nanti, Mudah-mudahan Insya Allah, amiin.

Tak lupa kami mengajak ihkwan dan akhwat sekalian untuk berpartisipasi dalam membangun nilai-nilai silaturahmi lewat blog ini dengan memberikan saran dan kritiknya yang konstruktif demi kebaikan kita semua.

Sekali lagi pada akhirnya, kami hanya berharap kepada-Nya semoga Ridho dan rahmat-Nya senantiasa tercurahkan pada kita semua, amiin ya rabbal'alamin.

Jazakumullah khairan katsira.

Wassalamu'alaikum wr wb 
My Creation in Web Insya Allah Fi Barakatillah

ARCHIVES
07/01/2003 - 08/01/2003
by TagBoard
Name

URL or Email

Messages(smilies)